Bahasa Arab 'Lughatul Arabiyyah', Penjelasan dan Sejarah Singkatnya

Author : Sharing Sharing | Published On : 14 Oct 2021

Bahasa Arab 

            Bahasa Arab atau Lughatul A’rabiyyah, merupakan bahasa yang digunakan oleh sebagian besar penduduk di Jazirah Arab, di daerah-daerah timur tengah dan termasuk di Afrika Utara. Selain itu Bahasa Arab juga merupakan bahasa Al-Qur’an yang mana merupakan Kitab Suci umat Islam, disisilain bahasa ini juga digunakan dalam kalimat-kalimat do’a ataupun dzikir bagi umat Islam diseluruh dunia. Jadi dapat kita ambil kesimpulan jika Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan orang-orang dari berbagai negara.

            Disamping itu, Bahasa Arab merupakan cabang dari Proto-Semitic atau bisa dikatakn bahasa ini merupakan keluarga dari Semitic Languages. Disebutkan juga jika Bahasa Arab telah ada lebih dari 1000 tahun dan ada juga yang menyebutkan jika bahasa ini mulai muncul sekitar 2000 SM, akan tetapi bahasa ini baru digunakan secara umum pada abad ke-5 Masehi. Selain itu bahasa ini memiliki 4 dialek utama yang digunakan oleh penduduk di Timur Tengah dan di Afrika Utara dalam pengucapan Bahasa Arab, diantaranya; dialek Maghreb yang digunakan di Afrika Utara, dialek Egyptian yang digunakan di Egypt (Mesir) dan Sudan, dialek Levantine yang digunakan di Lebanon, Suria, Jordan dan Palestina, dan dialek Iraqi/Gulf yang digunakan di Irak dan Teluk Arab.

            Meskipun keberadaan Bahasa Arab sudah lebih dari 1000 tahun dan mulai umum digunakan pada abad ke-5, tetapi bahasa ini belum memiliki titik maupun harakat pada penulisannya, karena pada saat itu yang menggunakan Bahasa Arab adalah orang-orang yang sudah fasih dengan bahasa ini, sehingga tidak memerlukan harakat, titik maupun tanda baca. Permulaan dari penggunaan harakat ataupun titik dalam penulisan Bahasa Arab adalah pada abad ke-7 saat munculnya Agama Islam, lebih tepatnya saat Agama Islam mulai tersebar didaerah-daerah yang mana penduduknya belum fasih dalam ber-Bahasa Arab.

            Pada saat itu orang-orang memiliki perbedaan cara membaca Al-Qur’an, sehingga pada masa ke-Khalifahan Utsman bin Affan (644-656 M), beliau menarik Al-Qur’an yang sudah tersebar dibeberapa daearah, kemudian menggantinya dengan Al-Qur’an yang sudah disalin ulang beliau dan beberapa sahabat Rosulullah (Sallallaahu 'Alaihi Wasallam ), dengan tujuan untuk menyeragamkan bacaan Al-Qur’an, meskipun pada saat itu juga belum ada titik, harakat maupun tanda baca dalam penulisannya. Kemudian perkembangan dalam memberikan titik, harakat, dan tanda baca terus dilakukan mulai dari abad ke-7 sampai dengan abad ke-9, lebih tepatnya pada mas ke-Kalifahan Muawiyah bin Abu Sufyan pada abad ke-7, kemudian pada masa ke-Khalifahan Abdul Malik bin Marwan sekitar abad ke-7 sampai awal abad ke-8, setelah itu pada masa Dinasti Abbasiyah oleh Khalil bin Ahmad Al-Farahidy, dan pada abad ke-9 pada masa ke-Khalifahan Al-Makmun. Dengan melalui perkembangan tersebut, saat ini kita sudah tidak kesulitan lagi dalam membaca kalimat Bahasa Arab terutama yang terdapat dalam Al-Qur’an.

            Selain itu, Bahasa Arab yang kita pelajari saat ini merupakan Modern Standared Arabic (MSA), yang mana gaya bahasanya hampir identik dengan Bahasa Arab klasik dan formal dalam Al-Qur’an. Meskipun dalam MSA ini sudah terdapat kata-kata moderen maupun perbedaan dalam susunan tata bahasa.

            Kesimpulannya, Bahasa Arab merupakan bahasa yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan bahasa ini juga mengalami perkembangan dalam penulisannya baik dalam pemberian titik, harokat maupun tanda baca, dari tahun-ketahun, sehingga pada saat ini kita bisa mempelajari bahasa ini dengan lebih mudah.

            Demikian penjelasan singkat yang dapat saya bagikan, Semoga pembahasan yang sedikit ini bisa bermanfaat untuk kita semua. sharing-sharing